Minggu, 08 April 2018

MAKALAH TARI WURA BONGI MONCA




MAKALAH
KEBUDAYAAN BIMA TENTANG
TARI WURA BONGI MONCA
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Antropologi
DOSEN PENGAMPU : DEWI RATNA MUTHISA M.RUN










Disusun oleh :
ROSMALA DEWI




   PROGRAM STUDI SEJARAH
SEKOLAH KEGURUAN DAN ILMUPENDIDIKAN
(STKIP) TAMAN SISWA BIMA
TAHUN AKADEMIK 2017/2018




KATA PENGANTAR
          Puji dan syukur atas kehadirat Tuhan YME atas rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah dengan mata kuliah Pengantar Ilmu Antropologi dengan dengan Tema kebudayaan bima dengan judul “Tari Wura Bongi Monca”
            Dan harapan saya selaku penulis semoga Makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, untuk kedepannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
            Karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman saya selaku penulis, saya yakin masih banyak sekali kekurangan dalam makalah ini, oleh karena itu saya mengharapkan saran dan kritik yang membangun daripembaca yang dapat membangun makalah ini.




                                                                                                                        Bima, oktober 2017

                                                                                                                            Penyusun






















DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL……………………………………………………………………i
KATA PENGANTAR……………………………………………………………………ii
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………….iii        
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………
A.  Latar Belakang……………………………………………………………………….
B.  Rumusan Masalah…………………………………………………………………
C.  Tujuan Penulisan………………………………………………………………………
BAB II PEMBAHASAN…………………………………………………………………
A.  Pengertian dari Tari Wura Bongi Monca………………………………………….
B.  Gerakan Tari Wura Bongi Monca………………………………………………….
C.  Sejarah Tari Wura Bongi Monca………………………………………………..
D.  Fungsi dan makna Tari Wura Bongi Monca......................................................
E.   Sejarah perkembangan Tari Wura Bongi  Monca…………………………...
F.  Pengiring  Tari Wura Bongi Monca……………………………………
G.  Kostum Tari Wura Bongi Monca……………………………………..
BAB III PENUTUP……………………………………………………………………..
A.  Kesimpulan………………………………………………………………………….
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………























BAB I
PENDAHULUAN

A.               Latar Belakang
Indonesia  adalah Negara yang kaya akan kebudayaannya. Dari sabang sampai merauke  terdapat berbagaimacam budaya. Salah satunya adalah budaya “Tari Wura Bongi Monca” di Bima, Nusa Tenggara Barat. Daerah bima mempunyai seni, budaya,tradisi yang indah, dan menarik yang merupakan titipan dari leluhur pada masa kerajaan dan kesultanan. Salah satunya adalah  kebiasaan “WuraBongi Monca” “wura artinya menabur, bongi artinya beras, dan monca artinya kuning” , jadi wura bongi monca adalah tarian menabur beras kunig. Beras kunig adalah lambing kejayaan   keluarga dan mengandung makna sebagaimodal dalam kehidupan serta  sebagai tanda syukur kepada Tuhan Ynag Maha Esa. Masyrakat bima bila ada upacara adat seperti upacara adat seperti hari jadi bima, sunatan, hajatan, dllakanmengadakan acara mennabur  beras kuning dan tari wura bongi monca (Tari Menabur Beras Kuning).
Tari wura bongi monca adalah sebuah tradisi atau adat bima yang berkembang pada masa kesultanan Abdul Khoir Sirajuddin , yang memerintah antara tahun 1640-1682. Tari ini dengan segalalemah gemulai para penarinya untuk menari perhatian  yang cukup besar yang berkunjung kedanah mbojoh atau tanah bima,  sebab penarinya terdiri dari darah-darah ayu, dengan gerakan yang lemah gemulai serta wajah-wajah ayu dan anggun lagis syahdu yang menabur bongi monca atau beras kuning sebagai symbol, doa restu harapan kedepan tuhan yang maha kuasa  agar para tamu selalu bahagia aman dan sejahtera.
Tarian wura bongi monca bias digelar di acara-acara penyambutan tamu baik secara formal maupun informal. Pada masa kesultanan tari ini biasa digelar  untuk menyambut tamu-tamu sultan. Tarian ini dimainkan oleh 4 orang sampai 6 orang remaja putrid dalam alunan gerakan yang lemah lembut  disertai senyuman sambil menabur beras  kuning kearah tamu. Penaburan beras ini memiliki arti  dan dan makna bagi masyarakat bima.  Sebagaimana dalam falsafah bima tamu adalah raja. Dan membawa rejeki bagi masyarakat bima itu sendiri,makanya tamu di sambut denagn semeriah mungkin oleh pemerintah dan masyarakat Bima.
Busana yang digunakan pada tarian ini adalahbaju asi warna merah mudah dan dilengkapidengan aksesoris  lain yang berupa sepasang songket , selendang warna hiajau dan biru,  kalung untuk dipakai pada leher , gelang dan tangan, anting pada telinga dan bando yang dipakai dikepala  sebagai ikat kepala . 2 buah gendang besar , 1gong, 1 tawa-tawa,dan 1 sarone (sejenis alat music yang menyerupai seruling yang terbuat dari daun lontar) merupakan perangkat alat musik yang mengiringi Tari Wura Bongi Monca  yang telah banyak mengalami perubahan dan kreasi. Dahulu irama musiknya terdengar lambat,tetapi seiring perkembangannya, iramanya dibuat lebih atraktif yang dipadukan dengan gerakan yang cukup dinamis daripada aslinya yang menyerupai Tari lenggo dengan gerakan yanglamban dan gemulai.
         

B.               Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah yang sudah dipaparkan diatas maka dapat diambil Rumusan Masalah sebagai berikut :
1.     Apakah tarian Wura Bongi Monca Itu ?
2.     Bagaimana cara gerakan Tari Wura Bongi Monca ?
3.     Bagaiman sejarah adanya Tarian Wura Bongi Monca ?
4.     Apa fungsi dan makna dari Tarian Wura Bongi Monca ?
5.     Bagaiman sejarah perkembangan Tarian Wura Bongi Monca saat ini ?
6.     Apa sajakah pengiring dari Tari Wura Bongi Monca?
7.     Bagaiman kostum yang harus di gunakan dalam Tari Wura Bongi Monca?
C.               Tujuan Penulisan
1.     Untuk mengetahui apa defenisi dari Tari Wura Bongi Monca.
2.     Untuk mengetahui cara gerakan yang harsu di kuasai dalam Tarian Wura Bongi Monca.
3.     Untuk mengetahui sejarah bagaimana sejarah adanya Tarian Wura Bongi Monca.
4.     Untuk mengetahui fungsi dan makna dari Tarian Wura Bongi Monca.
5.     Untuk mengetahui bagaimana perkembangan Tarian Wura Bongi Monca samapai saat ini.













      


BAB II
PEMBAHASAN
A.   Pengertian Tarian Wura Bongi Monca
Tari  Wura Bongi  Monca adalah salah satu tarian selamat datang atau penyambutan tamu dari bima,  NTB. Tari ini dilakukan oleh penari perempuan  secara berkelompok dengan gerakan yang lemah lembut sambil menaburkan beras kuningsebagai symbol penghormatan dan harapan. Tari Wura Bongi Monca ini  merupakan salah satu jenis tarian tradisional yang cukup terkenal dan masih sering dipentaskandi berbagai acara didaerah Bima, NTB.

B.     Cara Gerakan Tari Wura Bongi Monca
Dalam hal ini kita akan melihat bagaimana caranya para penari tari ini bergeak, bergerak dengan sebaik dan seindah mungkin yaitu sbb :
1.      Berjalan pelan-pelan, tangan kiri memegang wadah (siku sejajar denga bahu), tangan kanan membentuk sudut 35˚.
2.      Mutar ditempat, mutar ke kanan. Satu penari berjalan kedepan kanan panggung.
3.      Disusul penari kedua yang kepojok kiri  panggung.
4.      Mendak, badan serong kekiri, kanan, atas dan bawah , tangan kirimemegang wadah (siku sejajar dengan bahu tangan kanan membentuk sudut 35˚
5.      Maju 4 langkah secara bergantian , posisi tangan sebagai penyandah wadah.
6.      Mendak, badan serong kekiri, kana, atas dan bawah , tangan kiri memegang wadah (siku sejajar dengan bahu tangan kanan membentuk sudut 35˚.
7.      Kaki kanan melukis huruf  S di depan kaki kiri . berbalik badan kekanan, menyimpan beras kembali keposisis tadi.
8.      Duduk pelan-pelan . sembahan kedua telapak tangandi tempelkan didepan muka, duduk jengkeng dengan kaki kanan depan.
9.      Duduk jengkeng dengan kaki kanan depan, tangan kiri di atas bahu kanan sambil diayunkan  kebelakang dan didepan ,tangan kanan diatas bahu tampa diayunkan.
10.  Duduk jengkeng dengan kaki kanan didepan, kedua tangan diayunkan kedepan dan kebelakang.
11.  Berdiri pelan-pelan , kedua tangan disilangkan kedepan wajah dan memposisikan tangan disebelah kanan dan kiri, kaki sambil mendak.
12.  Kaki insert kekanan, tangan kana diukelkan ketelinga kanan , tangan kanan menyangga siku kiri, badan digoyangkan kekiridan kekanan.
13.  Kaki insert ke kanan, tangan kanan urus samping kanan, tangan kiri setengah takuk kee samping kiri ,goyang kekiri dan kekanan dengan lembut.
14.  Mendak, goyang kekiri ambil sampur pakai tangan kanan dan di kipat dikanan samping.
15.  Sampur sebealah kiri disimpan diatas bahu kiri , tangan kanan lurus kesamping, tangan kiri berada didepan perut.
16.  Sampur kanan diseplak ditangan kanan depan, tangan kiri memegang sampur samping kiri.
17.  Jinjit,mutar di tempat.
18.  Kaki disilangkan sambil mendak, tangan kanan diukel di telinga kanan, tangan kiri diukelkan lurus kebelakang bawah kiri.
19.  Melangkah satu kali, kaki disilangkan sambil mendak , tangan kiri diukelditelinga kiri , tangan kanan diukelkan lurus kebelakang bawah kiri . gebyok gebyok sampur.
20.  Sandalpangan, dan memutar kesebelah kanan,gebyok gebyok sampur.
21.  Duduk pelan-pelan mengambil tempat beras.
22.  Tangan kanan ditarik ke atas dan diukelkan di telinga kedua-duanya.
23.  Gebyok gebyak  sampur, tangan kanan diukel , tangan kiri memegang wadah.
24.  Jinjit, sambil jalan memutar tangan berbentuk tumpung tali, kebyak kebyor sampur.
25.  Kakikanan mendak, kaki sedikit mendak dan di tempatkan didepan kaki kanan. Tangan kanan diayunkan kebelakang dan kedepan.
26.  Kaki kanan mendak, kaki sedikit mendak  dan ditempatkan didepan kaki kanan. Tangan kiri memegang wadah.
27.  Seblak smpur,jalanmundur hingga mojok dan langsung jalan kedepan berhadap-hadapan.
28.  Mengambil beras ditaburkan kedepan dan kebelakang
29.  Kedua tangan memegang wadah, diayunkan  keatas dan kebawah miring.
30.  Jalan melangkah kedepan 4 langkah , kaki kanan lurus kedepan,agak bungkuk depan, beras yang ada di wadah  dibuang keatas semua.
31.  Balik kiri , membentuk lingkaran jalan memutar dan langsung masuk panggung.

C.    Sejarah Tari Wura Bongi Monca
Menurut beberapa sumber yang ada, Tari Wura Bongi Monca ini merupakan salah satu tarian tradisional yang sudah dan berkembang pada masa kesultanan sultan Abdul Khair Sirajuddin tahun 1640-1682. Tari ini di tampilkan untuk menyambut kedatang tamu istan a yang sedang berkinjung.  Gengan paras v]cantik dan gerak yang gemulai,para penari menyambut kedatangan tamu  sambil menaburkan beras kuning  sebagai symbol penghormatan  dan harapan.
D.    Fungsi dan Makna Tari Wura Bongi Monca
Seperti yang di sampaikan diatas tarian ini berfungsi sebagai tarian penyambutan  para tamu penting yang datang keistana. Dalam tarian ini , para penari menari sambil menaburkan beras kuning sebagai tanda penghormatan dan harapan . Dalam tradisi bima, beras kuning adalah lambing kemakmuran serta kesejahteraan yang mengandung makna  makna kehidupan didalamnya. Selain itu bagi masyarakat bima , tamu dianggap sebagai pembawa rezeki atau berkah,  sehingga mereka menyambutnya dengan meriah sebagai tanda kehormatan , doa, dan rasa syukur.
      E.  Perkembangan Tari Wura Bongi Monca
Walaupun merupakan salah satu tarian klasik, Tari Wura Bongi Monca ini masih terus di lestarikan dan sering ditampilkan hingga sekarang. Berbagai pengembanganpun sudah di lakukan para seniman disana baik dalam segi gerak, pengiring, kostum,dan  penyajian pertunjukan  agar terlihat atraktif. Selain itu,  tarian wura bongi moncajugamasih sering ditampilkan hingga di berbagai acara Seperti penyambutan tamu maupun festifal budaya sebahai usaha melestariakan,serta memperkenalkan kepada masyaraktluas atau generasi muda akan Kesenian dan tradisi yang ada di Bima, NTB.
F.     Pengiring Tari Wura Bongi Monca
Dalam pertunjukan tari wura bongi monca ini, para penari menari seirama dengan music pengiringnya sehingga menghasilkan gerakan yang indah.  Music pengiring tarian ini di antarnya :
a.       Gendang besar
b.      Gong
c.       Sarone
d.      Tawa-tawa
Dalam mengiringi Tari Wura Bongi Monca ini , para pemusik biasanya memainkan irama yang terkesan lambat di padukan  dengan gerakan para penari.
G.    Kostum Tari Wura Bongi Monca
Dalam pertunjukannya , para penari dibalut dengan busana tat arias cantik khas Bima. Busana tersebut seperti baju asi pada bagian atas dan sarung songket pada bagian bawah. Pada bagian kepala, rambut di gelung dan menggunakan bando atau hiasan bunga –bunga. Selain itu juga terdapat aksesoris seperti gelang dan kalung sebagai pemanis yang digunakan untuk menari.












BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Jadi, Tari Wura Bongi Monca adalah  salah satu tarian selamat datang atau penyambutan tamu dari bima, NTB. Tarian ini dilakukan oleh penari perempuan  secara berkelompok dengan gerakan yang lemah lembut sambil menaburkan beras kuning  sebagai symbol penghormatan dan harapan. Tari Wura Bongi Monca ini  merupakan salah satu tarian tradisionalm yang cuckup terkenal dan masih dipentaskan di berbagai acara di Bima, NTB. Tari
Wura Bongi Monca ini juga sudah sudah ada perubahan atau kreasi dari tarian aslinya, seperti ada perubahan iringan music, pakaian serta gerakan untuk mnedapat kesan lebih baik dan mengikuti perubahan jaman dan tarian aslinya tidak dihilangkan tetapi di buat lebih menarik.




























DAFTAR PUSTAKA








Di akses Minggu, 8 April 2018
by Rosmala Dewi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar