MAKALAH
KEBUDAYAAN BIMA TENTANG
TARI WURA BONGI MONCA
Makalah ini disusun
guna memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Ilmu Antropologi
DOSEN PENGAMPU : DEWI
RATNA MUTHISA M.RUN
Disusun oleh :
ROSMALA DEWI
PROGRAM STUDI SEJARAH
SEKOLAH KEGURUAN DAN ILMUPENDIDIKAN
(STKIP) TAMAN SISWA BIMA
TAHUN AKADEMIK 2017/2018
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur atas kehadirat Tuhan YME atas rahmat
dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah dengan mata kuliah
Pengantar Ilmu Antropologi dengan dengan Tema kebudayaan bima dengan judul
“Tari Wura Bongi Monca”
Dan
harapan saya selaku penulis semoga Makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, untuk kedepannya dapat memperbaiki bentuk maupun
menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena
keterbatasan pengetahuan dan pengalaman saya selaku penulis, saya yakin masih
banyak sekali kekurangan dalam makalah ini, oleh karena itu saya mengharapkan
saran dan kritik yang membangun daripembaca yang dapat membangun makalah ini.
Bima,
oktober 2017
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL……………………………………………………………………i
KATA
PENGANTAR……………………………………………………………………ii
DAFTAR
ISI……………………………………………………………………………….iii
BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………
A. Latar Belakang……………………………………………………………………….
B. Rumusan Masalah…………………………………………………………………
C. Tujuan Penulisan………………………………………………………………………
BAB II
PEMBAHASAN…………………………………………………………………
A. Pengertian dari Tari Wura Bongi Monca………………………………………….
B. Gerakan Tari Wura Bongi Monca………………………………………………….
C. Sejarah Tari Wura Bongi Monca………………………………………………..
D. Fungsi dan makna Tari Wura Bongi Monca......................................................
E. Sejarah perkembangan Tari Wura Bongi Monca…………………………...
F. Pengiring
Tari Wura Bongi Monca……………………………………
G. Kostum Tari Wura Bongi Monca……………………………………..
BAB III PENUTUP……………………………………………………………………..
A. Kesimpulan………………………………………………………………………….
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Indonesia adalah Negara yang kaya akan kebudayaannya.
Dari sabang sampai merauke terdapat
berbagaimacam budaya. Salah satunya adalah budaya “Tari Wura Bongi Monca” di
Bima, Nusa Tenggara Barat. Daerah bima mempunyai seni, budaya,tradisi yang
indah, dan menarik yang merupakan titipan dari leluhur pada masa kerajaan dan
kesultanan. Salah satunya adalah
kebiasaan “WuraBongi Monca” “wura
artinya menabur, bongi artinya beras, dan monca artinya kuning” , jadi wura
bongi monca adalah tarian menabur beras kunig. Beras kunig adalah lambing
kejayaan keluarga dan mengandung makna
sebagaimodal dalam kehidupan serta
sebagai tanda syukur kepada Tuhan Ynag Maha Esa. Masyrakat bima bila ada
upacara adat seperti upacara adat seperti hari jadi bima, sunatan, hajatan,
dllakanmengadakan acara mennabur beras
kuning dan tari wura bongi monca (Tari Menabur Beras Kuning).
Tari
wura bongi monca adalah sebuah tradisi atau adat bima yang berkembang pada masa
kesultanan Abdul Khoir Sirajuddin , yang memerintah antara tahun 1640-1682.
Tari ini dengan segalalemah gemulai para penarinya untuk menari perhatian yang cukup besar yang berkunjung kedanah
mbojoh atau tanah bima, sebab penarinya
terdiri dari darah-darah ayu, dengan gerakan yang lemah gemulai serta
wajah-wajah ayu dan anggun lagis syahdu yang menabur bongi monca atau beras
kuning sebagai symbol, doa restu harapan kedepan tuhan yang maha kuasa agar para tamu selalu bahagia aman dan
sejahtera.
Tarian
wura bongi monca bias digelar di acara-acara penyambutan tamu baik secara
formal maupun informal. Pada masa kesultanan tari ini biasa digelar untuk menyambut tamu-tamu sultan. Tarian ini
dimainkan oleh 4 orang sampai 6 orang remaja putrid dalam alunan gerakan yang
lemah lembut disertai senyuman sambil
menabur beras kuning kearah tamu.
Penaburan beras ini memiliki arti dan
dan makna bagi masyarakat bima.
Sebagaimana dalam falsafah bima tamu adalah raja. Dan membawa rejeki
bagi masyarakat bima itu sendiri,makanya tamu di sambut denagn semeriah mungkin
oleh pemerintah dan masyarakat Bima.
Busana
yang digunakan pada tarian ini adalahbaju asi warna merah mudah dan
dilengkapidengan aksesoris lain yang
berupa sepasang songket , selendang warna hiajau dan biru, kalung untuk dipakai pada leher , gelang dan
tangan, anting pada telinga dan bando yang dipakai dikepala sebagai ikat kepala . 2 buah gendang besar ,
1gong, 1 tawa-tawa,dan 1 sarone (sejenis alat music yang menyerupai seruling
yang terbuat dari daun lontar) merupakan perangkat alat musik yang mengiringi
Tari Wura Bongi Monca yang telah banyak
mengalami perubahan dan kreasi. Dahulu irama musiknya terdengar lambat,tetapi
seiring perkembangannya, iramanya dibuat lebih atraktif yang dipadukan dengan
gerakan yang cukup dinamis daripada aslinya yang menyerupai Tari lenggo dengan
gerakan yanglamban dan gemulai.
B.
Rumusan Masalah
Dari
latar belakang masalah yang sudah dipaparkan diatas maka dapat diambil Rumusan
Masalah sebagai berikut :
1.
Apakah tarian Wura
Bongi Monca Itu ?
2.
Bagaimana cara
gerakan Tari Wura Bongi Monca ?
3.
Bagaiman sejarah
adanya Tarian Wura Bongi Monca ?
4.
Apa fungsi dan
makna dari Tarian Wura Bongi Monca ?
5.
Bagaiman sejarah
perkembangan Tarian Wura Bongi Monca saat ini ?
6.
Apa sajakah pengiring
dari Tari Wura Bongi Monca?
7.
Bagaiman kostum
yang harus di gunakan dalam Tari Wura Bongi Monca?
C.
Tujuan Penulisan
1.
Untuk mengetahui
apa defenisi dari Tari Wura Bongi Monca.
2.
Untuk mengetahui
cara gerakan yang harsu di kuasai dalam Tarian Wura Bongi Monca.
3.
Untuk mengetahui
sejarah bagaimana sejarah adanya Tarian Wura Bongi Monca.
4.
Untuk mengetahui
fungsi dan makna dari Tarian Wura Bongi Monca.
5.
Untuk mengetahui
bagaimana perkembangan Tarian Wura Bongi Monca samapai saat ini.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Tarian Wura Bongi Monca
Tari Wura Bongi
Monca adalah salah satu tarian selamat datang atau penyambutan tamu dari
bima, NTB. Tari ini dilakukan oleh
penari perempuan secara berkelompok
dengan gerakan yang lemah lembut sambil menaburkan beras kuningsebagai symbol
penghormatan dan harapan. Tari Wura Bongi Monca ini merupakan salah satu jenis tarian tradisional
yang cukup terkenal dan masih sering dipentaskandi berbagai acara didaerah
Bima, NTB.
B.
Cara Gerakan Tari Wura Bongi Monca
Dalam
hal ini kita akan melihat bagaimana caranya para penari tari ini bergeak,
bergerak dengan sebaik dan seindah mungkin yaitu sbb :
1.
Berjalan
pelan-pelan, tangan kiri memegang wadah (siku sejajar denga bahu), tangan kanan
membentuk sudut 35˚.
2.
Mutar ditempat,
mutar ke kanan. Satu penari berjalan kedepan kanan panggung.
3.
Disusul penari
kedua yang kepojok kiri panggung.
4.
Mendak, badan
serong kekiri, kanan, atas dan bawah , tangan kirimemegang wadah (siku sejajar
dengan bahu tangan kanan membentuk sudut 35˚
5.
Maju 4 langkah
secara bergantian , posisi tangan sebagai penyandah wadah.
6.
Mendak, badan
serong kekiri, kana, atas dan bawah , tangan kiri memegang wadah (siku sejajar
dengan bahu tangan kanan membentuk sudut 35˚.
7.
Kaki kanan
melukis huruf S di depan kaki kiri .
berbalik badan kekanan, menyimpan beras kembali keposisis tadi.
8.
Duduk
pelan-pelan . sembahan kedua telapak tangandi tempelkan didepan muka, duduk
jengkeng dengan kaki kanan depan.
9.
Duduk jengkeng
dengan kaki kanan depan, tangan kiri di atas bahu kanan sambil diayunkan kebelakang dan didepan ,tangan kanan diatas
bahu tampa diayunkan.
10. Duduk jengkeng dengan kaki kanan didepan, kedua
tangan diayunkan kedepan dan kebelakang.
11. Berdiri pelan-pelan , kedua tangan disilangkan
kedepan wajah dan memposisikan tangan disebelah kanan dan kiri, kaki sambil
mendak.
12. Kaki insert kekanan, tangan kana diukelkan ketelinga
kanan , tangan kanan menyangga siku kiri, badan digoyangkan kekiridan kekanan.
13. Kaki insert ke kanan, tangan kanan urus samping
kanan, tangan kiri setengah takuk kee samping kiri ,goyang kekiri dan kekanan
dengan lembut.
14. Mendak, goyang kekiri ambil sampur pakai tangan
kanan dan di kipat dikanan samping.
15. Sampur sebealah kiri disimpan diatas bahu kiri ,
tangan kanan lurus kesamping, tangan kiri berada didepan perut.
16. Sampur kanan diseplak ditangan kanan depan, tangan
kiri memegang sampur samping kiri.
17. Jinjit,mutar di tempat.
18. Kaki disilangkan sambil mendak, tangan kanan diukel
di telinga kanan, tangan kiri diukelkan lurus kebelakang bawah kiri.
19. Melangkah satu kali, kaki disilangkan sambil mendak
, tangan kiri diukelditelinga kiri , tangan kanan diukelkan lurus kebelakang
bawah kiri . gebyok gebyok sampur.
20. Sandalpangan, dan memutar kesebelah kanan,gebyok
gebyok sampur.
21. Duduk pelan-pelan mengambil tempat beras.
22. Tangan kanan ditarik ke atas dan diukelkan di
telinga kedua-duanya.
23. Gebyok gebyak
sampur, tangan kanan diukel , tangan kiri memegang wadah.
24. Jinjit, sambil jalan memutar tangan berbentuk
tumpung tali, kebyak kebyor sampur.
25. Kakikanan mendak, kaki sedikit mendak dan di
tempatkan didepan kaki kanan. Tangan kanan diayunkan kebelakang dan kedepan.
26. Kaki kanan mendak, kaki sedikit mendak dan ditempatkan didepan kaki kanan. Tangan
kiri memegang wadah.
27. Seblak smpur,jalanmundur hingga mojok dan langsung
jalan kedepan berhadap-hadapan.
28. Mengambil beras ditaburkan kedepan dan kebelakang
29. Kedua tangan memegang wadah, diayunkan keatas dan kebawah miring.
30. Jalan melangkah kedepan 4 langkah , kaki kanan lurus
kedepan,agak bungkuk depan, beras yang ada di wadah dibuang keatas semua.
31. Balik kiri , membentuk lingkaran jalan memutar dan
langsung masuk panggung.
C.
Sejarah Tari Wura Bongi Monca
Menurut
beberapa sumber yang ada, Tari Wura Bongi Monca ini merupakan salah satu tarian
tradisional yang sudah dan berkembang pada masa kesultanan sultan Abdul Khair
Sirajuddin tahun 1640-1682. Tari ini di tampilkan untuk menyambut kedatang tamu
istan a yang sedang berkinjung. Gengan
paras v]cantik dan gerak yang gemulai,para penari menyambut kedatangan
tamu sambil menaburkan beras kuning sebagai symbol penghormatan dan harapan.
D.
Fungsi dan Makna Tari Wura Bongi Monca
Seperti
yang di sampaikan diatas tarian ini berfungsi sebagai tarian penyambutan para tamu penting yang datang keistana. Dalam
tarian ini , para penari menari sambil menaburkan beras kuning sebagai tanda
penghormatan dan harapan . Dalam tradisi bima, beras kuning adalah lambing
kemakmuran serta kesejahteraan yang mengandung makna makna kehidupan didalamnya. Selain itu bagi
masyarakat bima , tamu dianggap sebagai pembawa rezeki atau berkah, sehingga mereka menyambutnya dengan meriah
sebagai tanda kehormatan , doa, dan rasa syukur.
E.
Perkembangan Tari Wura Bongi Monca
Walaupun
merupakan salah satu tarian klasik, Tari Wura Bongi Monca ini masih terus di
lestarikan dan sering ditampilkan hingga sekarang. Berbagai pengembanganpun
sudah di lakukan para seniman disana baik dalam segi gerak, pengiring,
kostum,dan penyajian pertunjukan agar terlihat atraktif. Selain itu, tarian wura bongi moncajugamasih sering
ditampilkan hingga di berbagai acara Seperti penyambutan tamu maupun festifal
budaya sebahai usaha melestariakan,serta memperkenalkan kepada masyaraktluas
atau generasi muda akan Kesenian dan tradisi yang ada di Bima, NTB.
F.
Pengiring Tari Wura Bongi Monca
Dalam
pertunjukan tari wura bongi monca ini, para penari menari seirama dengan music
pengiringnya sehingga menghasilkan gerakan yang indah. Music pengiring tarian ini di antarnya :
a.
Gendang besar
b.
Gong
c.
Sarone
d.
Tawa-tawa
Dalam
mengiringi Tari Wura Bongi Monca ini , para pemusik biasanya memainkan irama
yang terkesan lambat di padukan dengan
gerakan para penari.
G.
Kostum Tari Wura Bongi Monca
Dalam
pertunjukannya , para penari dibalut dengan busana tat arias cantik khas Bima.
Busana tersebut seperti baju asi pada bagian atas dan sarung songket pada
bagian bawah. Pada bagian kepala, rambut di gelung dan menggunakan bando atau
hiasan bunga –bunga. Selain itu juga terdapat aksesoris seperti gelang dan
kalung sebagai pemanis yang digunakan untuk menari.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Jadi,
Tari Wura Bongi Monca adalah salah satu
tarian selamat datang atau penyambutan tamu dari bima, NTB. Tarian ini
dilakukan oleh penari perempuan secara
berkelompok dengan gerakan yang lemah lembut sambil menaburkan beras
kuning sebagai symbol penghormatan dan
harapan. Tari Wura Bongi Monca ini
merupakan salah satu tarian tradisionalm yang cuckup terkenal dan masih
dipentaskan di berbagai acara di Bima, NTB. Tari
Wura
Bongi Monca ini juga sudah sudah ada perubahan atau kreasi dari tarian aslinya,
seperti ada perubahan iringan music, pakaian serta gerakan untuk mnedapat kesan
lebih baik dan mengikuti perubahan jaman dan tarian aslinya tidak dihilangkan
tetapi di buat lebih menarik.
DAFTAR PUSTAKA
Di akses Minggu, 8 April 2018
by Rosmala Dewi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar